Category Archives: politik

Semar sebagai contoh ‘lurah’daerah

Oleh : Abdul Rokhim

Tokoh semar merupakan tokoh yang tidak lagi asing di telinga kita. Nama asli semar adalah Kyai Lurah Semar Badranaya. Karakter Semar ada dalam setiap cerita-cerita pewayangan dan tokoh ini dikenal dalam cerita pewayangan yang sudah mengalami proses asimilasi budaya antara budaya lokal dengan cerita aslinya. Tokoh Semar banyak menghiasi cerita pewayangan dan termasuk dalam tokoh-tokoh punakawan selain gareng, petruk dan bagong. Semar mempunyai posisi yang menarik dalam cerita-cerita pewayangan jawa karena Semar adalah seorang punggawa pemerintah. Peran dan posisi Semar juga tidak bisa dianggap enteng dalam cerita-cerita pewayangan. Tokoh semar bisa disejajarkan dengan prabu Kresna dalam hal keluhurannya. Semar mempunyai sifat yang jujur, ramah, sopan, humoris dan bertanggung jawab walaupun secara fisik Semar bukanlah tokoh yang dicitrakan sebagai tokoh yang tampan, berwibawa, ataupun hal-hal yang baik secara fisik lainnya.

Kondisi yang berbeda bisa kita lihat saat kita melihat para ‘lurah’ daerah kita sekarang. Hampir sebagian kepala daerah kita mempunyai karakter yang sangat berlainan dengan karakter Semar. Walaupun secara fisik para pemimpin itu baik –tampan, berwibawa, kaya, dsb-, tetapi karakternya masih dipertanyakan. Kondisi ini diperparah dengan budaya politik yang hadir dalam masyarakat Indonesia seperti sekarang. Untuk menjadi kepala daerah, seorang calon harus

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

RELEVANSI PANDANGAN ROUSSEAU TENTANG VOTING TERHADAP PENGAMBILAN KEBIJAKAN DEWASA INI

Oleh : Abdul Rokhim

Pandangan Rousseau terhadap voting

Jean Jacques Rousseau adalah seorang pemikir politik Barat yang lahir pada abad dimana ilmu pengetahuan diEropa sedang berkembang dengan pesat. Kondisi social cultural yang terjadi di Eropa pada waktu itu banyak mempengaruhi pandangan-pandangan pemikir-pemikir politik, termasuk Rousseau.  Jean Jacques Rousseau (1712-78), kendati merupakan anggota komunitas philosophie di Prancis abad ke-18, tidaklah seperti apa yang sekarang kita sebut seorang “filsuf”. Meski demikian dia mempunyai pengaruh yang kuat dalam filsafat, juga dalam susastera, selera, perilaku, dan politik.[1]

Rousseau merupakan pemikir yang produktif, terutama dalam bidang politik. Didalam  salah satu bab di dalam bukunya ‘du contract social’, Rousseau menjelaskan tentang voting. Dalam kontrak social dalam suatu masyarakat, proses pengambilan keputusan merupakan tindakan yang tidak gampang dilakukan karena setiap masyarakat terbagi atas individu yang berbeda satu sama lain. Warga negara memiliki hanya

Baca pos ini lebih lanjut