Category Archives: filsafat

Mencari Dunia Tanpa Dosa

sebuah pertanyaan dari dulu yang masih terngiang dipikiran. apakah ada sebuah dunia yang tidak ada dosa? sebuah dunia yang dihuni tanpa kemunafikan? sebuah dunia dimana tidak ada penindasan?
mencoba berpikir, merajut butir-butir tanya dan menetapkan hati, bahwa masih ada dunia yang seperti itu.
tapi, setiap hari kaki melangkah. setiap jam mencoba bertanya. dan setiap detik meyakinkan hati. rasanya seperti bergulat dengan diri sendiri, tidak bisa menang, sekaligus tidak bisa kalah.
berpikir untuk tidak tercipta didunia, tetapi sang khalik mencipta tanpa sia-sia. ingin berbuat buruk, selalu ada norma yang bersuara. ingin berbuat baik, tidak ada guna didunia yang hanya diukur dari materialistiknya.
aku ingin pergi, tapi pergi kemana…
aku ingin mati, tapi takut neraka
aku ingin berbuat baik, tidak ada gunanya
apakah aku harus menyerah?
mencari dunia tanpa dosa…

Iklan

Waktu, Gerak dan Tuhan

Oleh : Abdul Rokhim

Waktu, apa itu waktu? Sebuah pertanyaan yang seringkali kita lupakan. Padahal kata ‘waktu’ itu sendiri sudah menjadi kata-kata yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mau sedikit menggali jeli dalam pemikiran, kita akan banyak sekali melihat bahwa kita sebenarnya kurang atau bahkan mungkin tidak mengetahui makna dari kata yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ‘waktu’ itu sendiri. Lalu, apakah waktu itu? Dimana waktu itu berada? Bagaimana kita tahu waktu itu ada? Apakah waktu bergerak? Pertanyaan-pertanyaan seperti diatas  sedikit banyak akan muncul saat kita berbicara tentang waktu. Mau tidak mau kita harus menjawab pertanyaan diatas, jika kita ingin memahami waktu itu sendiri.

Apakah waktu itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, waktu merupakan seluruh rangkaian saat ketika proses; perbuatan atau keadaaan berada atau berlangsung. Kata ini juga sering disebut dalam berbagai pelajaran, termasuk fisika dan filsafat. Tapi, apakah sebenarnya hakikat waktu itu sendiri?. Dalam kehidupan sehari-hari waktu mengacu pada perhitungan hari yang ada. Detik, menit, jam merupakaan satuan-satuan sering dipakai dalam memahami waktu. Tetapi, apakah satuan-satuan yang ada merupakan waktu itu sendiri?.

Baca pos ini lebih lanjut

Kausalitas, antara kehendak manusia atau takdir Tuhan (bagian I)

oleh : Abdul Rokhim

Pada suatu hari, ketika aku bertemu dengan seorang gadis yang menjadi anak panduku di ospek mahasiswa baru, aku tidak pernah merasakan apa-apa. Tetapi lama kelamaan kami dekat karena dia juga ternyata satu organisasi dengan aku. Dan, setelah satu tahun aku mengingatnya, ternyata aku sudah pacaran ama dia. Disini aku mencoba berpikir, dia berpacaran sama aku karena memang itu pilihannku sendiri atau ada tangan lain yang mengaturnya, atau dalam bahasa lain adalah takdir Tuhan. Atau dengan kata lain, siapakah yang mengatur gerak, termasuk gerak manusia? Kita sendiri ataukah Tuhan? Jika jawabannya kita atau Tuhan, bagaimana proses yang terjadi dalam gerak tersebut? Secara ringkas, kita bisa melihat bahwa analogi contoh kasus diatas dapat ditarik menjadi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang akan kita jawab.

Saat kita berbicara tentang gerak, kita pasti akan bersinggungan dengan kausalitas. Didalam kausalitas, kita mengenal bahwa segala akibat pasti lahir dari adanya sebab yang mendahuluinya. Prinsip inilah yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu pengetahuan. Jadi, bisa dikatakan bahwa gerak juga berlaku prinsip kausalitas dimana gerak membutuhkan sebab yang mendahuluinya sebelum dia bergerak. Setiap kali kita bergerak, pasti ada sesuatu sebab yang mendahuluinya. Misal, A sedang menonton sebuah film di bioskop. A melakukan gerak yang mengantarnya sampai dikondisinya yang sekarang, yaitu menonton film. Tapi jika kita melihat A sebelum dia memutuskan untuk menonton film, pasti ada sebab yang mendahuluinya. Misalnya, A mendengar dari temannya bahwa film itu bagus dan A merasa tertarik untuk menonton film tersebut. Disini muncul pertanyaan, darimanakah sebab itu muncul?

Baca pos ini lebih lanjut