Waktu, Gerak dan Tuhan


Oleh : Abdul Rokhim

Waktu, apa itu waktu? Sebuah pertanyaan yang seringkali kita lupakan. Padahal kata ‘waktu’ itu sendiri sudah menjadi kata-kata yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mau sedikit menggali jeli dalam pemikiran, kita akan banyak sekali melihat bahwa kita sebenarnya kurang atau bahkan mungkin tidak mengetahui makna dari kata yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ‘waktu’ itu sendiri. Lalu, apakah waktu itu? Dimana waktu itu berada? Bagaimana kita tahu waktu itu ada? Apakah waktu bergerak? Pertanyaan-pertanyaan seperti diatas  sedikit banyak akan muncul saat kita berbicara tentang waktu. Mau tidak mau kita harus menjawab pertanyaan diatas, jika kita ingin memahami waktu itu sendiri.

Apakah waktu itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, waktu merupakan seluruh rangkaian saat ketika proses; perbuatan atau keadaaan berada atau berlangsung. Kata ini juga sering disebut dalam berbagai pelajaran, termasuk fisika dan filsafat. Tapi, apakah sebenarnya hakikat waktu itu sendiri?. Dalam kehidupan sehari-hari waktu mengacu pada perhitungan hari yang ada. Detik, menit, jam merupakaan satuan-satuan sering dipakai dalam memahami waktu. Tetapi, apakah satuan-satuan yang ada merupakan waktu itu sendiri?.

Tidak, karena satuan-satuan itu diciptakan oleh manusia dengan alat penunjuk waktu atau jam. Jadi dengan kata lain jika satuan-satuan tersebut merupakan waktu maka boleh dikatakan bahwa waktu itu sendiri ciptaan manusia.

Dari keterangan diatas, kita bisa mamahami bahwa waktu tidak bisa kita indera dalam alam material. Dengan melihat sifat diatas, dapat dikatakan bahwa waktu pada dasarnya merupakan abstraksi dari dari ide manusia. Jika waktu hanya merupakan abtraksi, kenapa kita bisa memahami berbagai ilmu dalam alam semesta dengan konsepsi waktu?. Waktu pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dalam ruang. Setiap ada ruang, pasti ada waktu.

Lalu, bagaimana kita tahu bahwa waktu itu ada?

Waktu tidak bisa dilepaskan dari ruang, bahkan sedetikpun mereka tidak boleh terlepas satu sama lain. Kita dapat memahami waktu karena pada dasarnya ruang waktu tidak terlepas. Saat salah satunya ada, maka yang lainnya akan ada juga. Saat keduanya berpadu, maka kita melihat adanya gerak yang terjadi dalam ruang waktu, bahkan kita bisa menghitungnya. Kita bisa melihat bahwa gerak itu sendiri merupakan konsepsi yang sering digunakan dalam menghitung waktu yang selama ini kita ketahui. Detik, menit, dan jam lahir dari konsepsi yang ada tentang gerak, bukan tentang waktu itu sendiri. Bahkan bisa dikatakan bahwa selama ini kita mengukur gerak dalam ruang, bukan gerak dalam waktu, karena pada dasarnya waktu itu sendiri tidak bergerak.

Kenapa Tuhan abadi?

Dalam pengetahuan kita mengenai agama, konsepsi Tuhan yang ada selalu digambarkan dengan dengan sifatnya yang Maha. Segala macam sifat Tuhan yang kita tahu mendasarkan pada kesempurnaan Dia sebagai sesuatu Dzat yang harus kita yakini. Tetapi, apakah memang benar sifat-sifat Tuhan seperti itu memang ada? Sehingga kita benar-benar menyakini bahwa Tuhan itu sendiri adalah sempurna, atau kita cukup puas dengan menyakini bahwa Tuhan harus ada tanpa bertanya? Itu masalah pilihan dalam memahami-Nya.

Suatu saat teman saya pernah bertanya tentang keberadaaan Tuhan “Apakah Tuhan bergerak atau tidak? Lalu aku menjawab “Tuhan itu tidak bergerak”. Lalu dia bertanya lagi “jika Tuhan tidak bergerak, bagaimana Dia menciptakan kita, menciptakan alam semesta dan mengaturnya, atau bahkan bagaimana mungkin sesuatu yang tidak bergerak bisa menjadi Tuhan?” pada titik pertanyaan itu aku sedikit ragu menjawabnya karena secara sekilas pertanyaan sekaligus pernyataannya logis dan masuk akal.

Selang beberapa lama aku memikirkannya, aku baru bisa menjawabnya setelah aku belajar tentang ruang dan waktu. Pada dasarnya, gerak hanya hadir dalam konsepsi kita tentang ruang. Apapun yang bergerak dalam ruang berarti sesuatu itu pasti terikat dengan waktu. Dalam konteks ini, aku bisa memahami bahwa Tuhan tidak bergerak karena Tuhan sendiri tidak terikat dalam konteks ruang waktu. Bagaimanapun sesuatu bergerak, pasti perubahan akan melingkupinya. Jadi pada dasarnya Tuhan meliputi ruang waktu yang ada, sehingga Dia tidak  terikat dalam konsepsi gerak yang ada didalamnya. Tuhan bisa mempengaruhi segala gerak yang ada, tetapi segala gerak yang ada tidak akan bisa mempengaruhi kekuasaan Tuhan sendiri. Alam semesta hanya secercah cahaya Allah Yang Maha Agung. Wallahualam.

One response to “Waktu, Gerak dan Tuhan

  1. sangkelana 8 Februari 2012 pukul 13:42

    cintaku padanya tanpa makna
    tapi cintanya padaku penuh makna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: