Museum Bahari; Membanggakan Negeri dengan Menjunjung Tradisi


Oleh : Abdul Rokhim

Sejarah Indonesia adalah sejarah Bahari

Sejarah Indonesia ditandai dengan adanya kerajaan-kerajaan besar Indonesia yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Kerajaan-kerajaan yang ada lahir dan berkembang pertama kali melalui bahari. Jika kita menyimak kembali pelajaran-pelajaran sejarah, kita pasti bisa melihat bahwa kebanyakan kerajaan yang ada pasti berada di daerah aliran sungai ataupun dipinggir laut. Hal ini mengindikasikan bahwa laut dan kerajaan-kerajaan Indonesia jaman dulu punya keterikatan yang kuat. Atau dengan kata lain, maju mundurnya kerajaan yang ada di Indonesia bisa dilihat dari penguasaannya terhadap laut.

Laut merupakan tulang punggung transportasi jaman dulu dan bahkan sampai sekarang untuk bisa menyatukan setiap wilayah yang ada di nusantara. Tanpa adanya penguasaan laut, kita tidak akan bisa menjadi seperti sekarang,

bahkan boleh dikatakan bahwa tanpa laut, Indonesia tidak akan pernah punya sejarahnya sendiri. Kondisi seperti ini sudah disadari oleh orang-orang jaman dulu. Mereka melihat bahwa yang bisa menyatukan setiap pulau yang ada dinusantara pada waktu itu hanya dengan laut.

Kemunduran setiap kerajaan yang ada mengindikasikan bahwa kerajaan tersebut sudah tidak bisa menguasai laut. Proses transformasi nilai dari nenek moyang mereka tentang sebuah tradisi yang harus dijunjung tinggi tidak mengalami kemajuan, bahkan kemunduran. Lama kelamaan, setiap daerah tidak bisa dikontrol. Akhirnya, satu persatu daerah melepaskan diri. Kemunduran kerajaan itu pasti sudah bisa ditebak. Kondisi yang sama juga masih berlaku sampai sekarang. NKRI untuk tetap berdiri, harus bisa menguasai lautan.

Nenek moyangku adalah seorang pelaut

Sebuah kalimat ang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kalimat ini juga digunakan sebagai sebuah syair dalam sebuah lagu. Kebanggaan Indonesia dalam hal kelautan mengantarkan Indonesia mempunyai sejarah tersendiri dengan laut. Kerajaan-kerajaan bisa menaklukkan nusantara melalui laut. Beberapa tempat di dunia juga pernah menjadi catatan sejarah bagi perkembangan bahari di Indonesia. Lahirnya kapal phinisi yang merupakan kebanggaan orang bugis, kerajaan sriwijaya dan Majapahit yang berkembang melalui laut merupakan salah satu dari sekian catatan yang ada tentang bahari di Indonesia.

Kondisi yang serupa tidak lagi bisa dijumpai seperti jaman dulu dimana laut merupakan ujung tombak segala macam bidang perkembangan nusantara. Perubahan corak masyarakat dari bahari ke sektor pertanian menyebabkan sektor ini mengalami penurunan drastis. Masyarakat bisa melihat orang-orang yang masih menjunjung tradisi ini hanya terbatas pada beberapa tempat. Hal ini juga diperparah oleh lahirnya generasi yang tidak tahu sejarahnya sendiri. Proses transformasi nilai dari generasi tua ke generasi muda tidak berjalan dengan semestinya. Ujung dari masalah ini adalah hilangnya orang-orang yang mau peduli pada bidang bahari Indonesia.

Museum Bahari; membanggakan negeri dengan menjunjung tradisi

Kondisi yang memprihatinkan seperti diatas banyak dijumpai dalam masa sekarang. Dari generasi ke generasi, kondisi seperti tidak ada yang berubah malah bertambah parah. Jika kita berkaca pada sebagian besar kerajaan-kerajaan di nusantara, mundurnya kerajaan-kerajaan tersebut ditandai dengan mundurnya sektor bahari kerajaan tersebut. Kondisi seperti itu sedang dialami oleh Indonesia jaman sekarang. Diakui atau tidak, kondisi Indonesia terutama sektor bahari mengalami kemunduran. Dari kemunduran sektor bahari, kita bisa mengatakan bahwa Indonesia sedang mengalami kemunduran. Kondisi ini serupa dengan kondisi yang dialami oleh semua kerajaan-kerajaan di nusantara yang mengalami kemunduran serupa. Jika masalah ini tidak dicermati dengan serius, nasib NKRI yang menjadi taruhannya.

Sebelum penyakit ini semakin parah, harus ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan, terutama oleh pihak yang terkait, yaitu pemerintah secara langsung dan masyarakat secara tidak langsung. Perlu adanya pengenalan kembali atau re-introduction terhadap tradisi yang hampir punah. Lahirnya museum yang khusus mengenalkan masyarakat terhadap tradisi ini mesti digalakkan secara terus menerus. Dibeberapa kota sudah mulai bermunculan museum-musem bahari, tapi sebagian yang lain tidak mendapatkan perhatian lebih. Adanya museum-museum yang ada sekarang belum terlalu memainkan andil dalam proses tranformasi yang diharapkan. Masalah-masalah teknis, birokratis, bahkan politis sering terjadi dalam proses-proses transformasi nilai yang ada. Perkembangan museum-museum bahari, bagaimanapun juga merupakan kewajiban kita sebagai orang Indonesia dalam melestarikan tradisi, karena dengan tradisi kita bisa membanggakan negeri.

Tulisan ini ditujukan dalam Kompetisi Website Kompas Muda – KFC atau klik aja di www.mudaers.com

14 responses to “Museum Bahari; Membanggakan Negeri dengan Menjunjung Tradisi

  1. kimsanada 25 Februari 2010 pukul 20:00

    kunjungan balik gan..🙂

  2. Red 26 Februari 2010 pukul 19:41

    sayang cuman jadi sejarah aza. di masa kini kita mengabaikan pengembangan negara maritim. contohnya sederhana sob. nelayan kita adalah kaum paling marjinal di negeri yang konon nenek moyangnya adalah orang pelaut. jadi gue anggap itu semua HOAX sampai pemerintah dapat menyejahterakan nelayan indonesia

    • 17hari 27 Februari 2010 pukul 20:24

      mungkin anda benar.
      saya juga sedikit banyak setuju dengan pendapat anda tentang pemeintah ini…
      tapi tanpa mengacuhkan tanggung jawab pemerintah, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka (nelayan)?
      itulah yang menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai saudara….
      kalo ingin jujur, saya sudah pesimis dengan pemerintah saat ini, tetapi saya tidak ingin melihat maslah ini hanya sebatas pada permasalahan antara pemerintah dan rakyat, tapi saya ingin melihat ini sebagai wujud kepedulian saya kepada mereka.
      mohon maap kalo ada yang tidak berkenan…
      thanks n lam kenal..

  3. isyaratpena 27 Februari 2010 pukul 00:59

    Sayangnya banyak yang lebih memilih bersikap kritis dalam tatanan pemikiran, belum pada aktualisasi tindakan. Jayalah Indonesia-ku..

    Salam Ukhuwah

    • 17hari 27 Februari 2010 pukul 20:14

      terima kasih atas tanggapanya mas…
      tapi kalo saya sendiri secara pribadi mengartikan tulisan itu sebagai aktualisasi dari tindakan saya sebagai seorang yang mempunyai kesadaran.
      saya mengartikan gerak bukan hanya sebatas konsepsi yang terindra tetapi saya lebih menitikberatkan gerak pada potensialitas ke aktualitas. saya mengartikan bahwa ide, merupakan suatu potensialitas yang tidak akan mengubah apapun, tapi dengan menulis dan kritis, saya berusaha untuk mengubah potensialitas itu menjadi suatu bentuk aktualitas (entah berapapun kecilnya) dan insyaallah perubahan (atau bahasa orang kiri adalah ‘revolusi’) bisa terjadi.
      mohon maap jika ada yang menyinggung….
      terima kasih n lam kenal

  4. starelektronic 27 Februari 2010 pukul 08:09

    saya suka artikel anda. tolong bantuannya untuk memasang mesin penghitung pengunjung bagaimana?

  5. rismanrasa 27 Februari 2010 pukul 08:29

    informasi yang berguna ni
    makasih ya bro

  6. chitralolypoly 27 Februari 2010 pukul 22:48

    waaaaahhh…ikutan kompetisi website kompas yah???
    sukses yah bwt kamu…🙂
    tulisannya bagus dan bermanfaat!!
    ini sekalian kunjungan balik🙂

  7. renegade 20 Mei 2010 pukul 11:49

    waduh sangat disayangkan sekali knp sejarah kita harus dilupakan……padahal kemajuan suatu negara harus di ikuti sama kesadaran masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: